KHALIFAH ISKANDAR

welcome

DENGAN NAMA ALLAH, AKU BERLINDUNG,MEMOHON KEBERKATAN. DENGAN NAMA ALLAH AKU MEMOHON PERTOLONGAN,KEMENANGAN,KURNIA DAN TEMPAT AKU MENYANDAR,BERSERAH,BERPEGANG . DGAN NAMA ALLAH AKU TENGELAMKAN DIRIKU,JIHADKU DAN KESUNGGUHANKU,TIADA UPAYA (DARIPADA MENGELAK MAKSIAT) DAN TIADA UPAYA (MENGERJAKAN TAAT)MELAINKAN DENGAN PERTOLONGAN ALLAH YANG MAHA TINGGI LAGI MAHA AGUNG. DENGAN NAMA ALLAH AKU MULAKAN DAN AKU AKHIRI SEGALANYA. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM.

ASAL KEJADIAN IBLIS: MALAIKAT ATAU JIN?




Segala puji hanya milik Allah semata,
Iblis – semoga Allah melaknatnya – adalah dari jenis jin. Tidak pernah sehari pun dia pernah menjadi malaikat, bahkan walau sekejap matapun. Karana Malaikat adalah makluk mulia, tidak pernah berbuat maksiat dan sentiasa mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah. Banyak sekali ayat-ayat suci Al-Qur'an yang menerangkan secara jelas bahwa Iblis adalah dari jenis Jin bukan dari jenis Malaikat.
Di antaranya adalah;
1- firman Allah Ta'ala: 
 ( وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوا لآِدَمَ فَسَجَدُوا إِلاَّ إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلاً )  الكهف / 50 .
Dan (ingatlah) ketika Kami (Allah) berfirman kepada para Malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam!!  Maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain Aku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim. (QS. Al-Kahfi: 50)
2. Allah telah menjelaskan bahwa jin diciptakan dari api.
Dia berfirman:
"Dan  Kami (Allah) ciptakan Jin sebelum (Adam) dari Api yang sangat panas "  (QS. Al-Hijr: 27).
Allah juga berfirman:
"Dan Dia menciptakan Jin dari nyala api " (QS, Ar-Rahman: 15)
Dalam hadits shahih dari Aisyah R.A, dia berkata: Rasulullah sallallahu'alaihi wasallam bersabda:
"Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api dan Adam diciptakan sebagaimana telah dijelaskan kepada kalian (dari tanah)"
(HR. Muslim dalam shahihnya, no. 2996, Ahmad no. 24668, Baihaqi di Sunan Kubro, no. 18207, dan Ibnu Hibban, no. 6155)
Maka di antara sifat Malaikat adalah diciptakan dari cahaya, sementara jin diciptakan dari api. Ayat-ayat Alqur'an telah menjelaskan bahwa Iblis –semoga Allah melaknatnya– diciptakan dari api. Di antaranya terungkap dari jawaban Iblis sendiri ketika Allah  bertanya kepadanya sebab pembangkangannya untuk bersujud kepada Adam ketika diperintahkan untuk bersujud kepadanya. Dia (Iblis) berkata:
"Saya lebih baik dari dari dia (Adam), saya diciptakan dari api sementara dia diciptakan dari tanah" (QS. Al-A'raf: 12)
Dari ayat ini menunjukkan bahwa Iblis adalah dari jenis Jin
3. Allah telah mensifati Malaikat dalam Al-Qur’an Karim dalam firman-Nya: “Wahai Orang-orang yang beriman, jagalah diri kamu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu. Di dalamnya ada para malaikat yang sangat keras, tidak pernah berbuat kemaksiatan terhadap perintah Allah dan senantiasa melaksanakan apa yang diperintahkannya" (QS. At-Tahrim: 6)
Di ayat lain Allah juga berfirman: 
“Sebenarnya (Malaikat) adalah hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya" (QS. Al-Anbiya: 26–27)
Firman yang lainnya: 
“Dan hanya kepada Allah apa-apa yang ada di langit, di bumi dari jenis binatang dan Malaikat, mereka bersujud dalam kondisi tidak sombong. Mereka takut kepada Tuhan-Nya yang di atas dan mengerjakan apa yang diperintahkan“ (QS. An-Nahl: 49 – 50)
Oleh karena itu tidak mungkin para Malaikat itu berbuat maksiat kepada Tuhannya sementara mereka maksum (terjaga) dari kesalahan dan mempunyai karakter berbuat ketaatan.
4. sementara Iblis bukan dari jenis Malaikat, sesungguhnya dia juga tidak dipaksa untuk taat, akan tetapi dia mempunyai pilihan sebagaimana kita kalangan manusia juga diberi pilihan.  
Allah berfirman: 
“Sesungguhnya Kami (Allah) telah memberikan jalan, apakah dia bersyukur atau dia kufur".
Maka dari kalangan jin pun ada yang kafir dan ada yang muslim, sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al-Jin:
“Katakanlah, diwahyukan kepadaku, bahwa ada segolongan jin mendengarkan (Al-Qur’an) kemudian mereka berkata: “Sesungguhnya kami mendengarkan Al-Qur’an yang sangat menakjubkan. Yang memberikan petunjuk kepada kebagusan sehingga kami beriman kepadanya dan tidak menyekutukan terhadap Tuhan kami sedikitpun juga“ (QS. Al-Jin: 1 -2)
Dan dalam surat yang sama jin juga berkata: “Dan sesungguhnya ketika kami mendengarkan petunjuk (Al-Qur’an) maka kami beriman. Dan barangsiapa yang beriman maka dia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut juga) akan penambahan dosa dan kesalahan. Dan di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada juga orang-orang yang menyimpang dari kebenaran…"

DOA MENGELAK GANGGUAN SYAITAN:



Maksudnya:

"Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna, yang tidak boleh ditembusi oleh orang yang baik dan yang jahat, dari kejahatan semua makhluk, dari kejahatan semua yang turun dari langit dan yang naik kepadanya, dari kejahatan semua yang tumbuh di dalam bumi dan yang keluar daripadanya, dari kejahatan fitnah yang berlaku di waktu malam dan siang dan dari kejahatan yang datang (pada waktu malam) kecuali dengan tujuan baik, wahai Tuhan yang Maha Pengasih."

JALAN MENUJU MUKMIN






Jalan menuju mukmin itu 4 perkara. Iaitu Al-Quran, zikrullah(ingat Allah setiap masa), Hidayah (Al-Furqan) dan kitab-kitab.
Jadi yang pertama perbanyakkan membaca Al-Quran(belajarlah kefahaman bukan hanya belajar tajwid dan lagu) Dalilnya :

“…Sungguh telah datang padamu dari Allah, nuur (cahaya) dan kitab yang jelas dan menjelaskan” – (Al-Maidah :15)


“Dia lah Yang memasukkan ketenangan ke Dalam hati orang-orang Yang beriman supaya mereka bertambah iman dan yakin”(Al-Fath:4)

Yang kedua ialah Zikrullah. Iaitu mengingati Allah (setiap masa). Bila hati sentiasa berzikrullah, Barulah Allah berikan hidayah;

“dan sesiapa Yang beriman(sentiasa mengingati) kepada Allah, Allah akan memimpin hatinya (Memberi hidayah); dan (ingatlah), Allah Maha mengetahui. (At-Taghaabun:11)

Dan Yang ketiga sampailah hidayah Allah atau Al-Furqan dan Dialah yang mengajar manusia menerusi hambanya yang dilantik untuk menyampaikan (iaitu Rasullullah) Dalilnya :

“dan juga (telah mengutuskan Nabi Muhammad kepada) orang-orang Yang lain dari mereka, Yang masih belum (datang lagi dan tetap akan datang) menghubungi mereka; dan (ingatlah), Allah jualah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana”. (Al-Jumaah:3)


“Dan tiada lah kami mengutuskan engkau (wahai Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam (semua makhluk pada semua zaman)” (Surah Al-Anbiyaa : 107)

Dan yang keempat adalah kitab-kitab pengajian tulisan ulama-ulama dan lain-lainnya.

Sampai-sampaikan dan Luruskan kembali jalan kita selama ini..insyaallah. Perbetulkan kembali saudara-saudara islam kita supaya sama-sama menjadi orang beriman. Kerana sekiranya tiada iman tidak bergunalah solat, puasa, zakat, haji dan ibadah-ibadah yang lainnya. Ibadah-ibadah itu Allah wajibkan ketas orang-orang beriman, bukan orang islam kerana kalau ktia pandukan ayat Al-Quran suruhan beribadah kebanyakannya dimulakan dengan “Wahai orang-orang beriman” bukan “Wahai orang-orang islam”.

Sebab itulah Rasullullah mengajak sahabat-sahabat beriman dahulu selama 13 tahun, setelah itu barulah turun ayat-ayat menyuruh melakukan ibadah iaitu setelah sahabat-sahabat telah beriman. Tetapi kita hari ini tidak mahu melatih diri kita untuk beriman tetapi terus melakukan ibadah.

FITNAH AKHIR ZAMAN -Khalifah Iskandar-


“DENGAN NAMA ALLAH YANG AMAT PEMURAH LAGI AMAT PENGASIH'

WAHAI ORANG ISLAM!
         KEMBALILAH KEPADA ALLAH, TUHAN SEKALIAN ALAM DENGAN TAUBAT YANG BENAR. BERSIHKAN DIRIMU DARI DOSA DAN SIA-SIA. SUCIKANLAH HATIMU DARI AIB CELA DAN NAJIS-NAJIS SYIRIK. MAKA SUJUDLAH DIHADAPAN TUHANMU DENGAN HINA DAN KEFAKIRAN, DAN TANGISILAH DIRIMU SEBAB ENGKAU MASIH TERHALANG DARI TAUFIK DAN KEBENARAN. MOGA-MOGA ALLAH BERKENAN MENGHULURKAN RAHMATNYA KEPADAMU DAN MEMIMPIN TANGANMU KEPADA YANG BENAR.

DEMI TUHAN YANG NYAWA KU DIDALAM TANGANNYA!
SESUNGGUHNYA ZAMAN INI. KITA BERADA DIBAWAH LANGIT DAN BUMI KEMURKAAN TUHAN, TERKECUALI KITA MENDAPAT RAHMAT DAN PENGAMPUNAN ALLAH. PADA HARI INI SYIRIK TELAH MENGUASAI TAUHID, MAKSIAT TERLALU BANYAK DAN TAAT HANYA SEDIKIT, KEMUNAFIKAN BERMAHARAJALELA, PENDUSTAAN DAN BIDAAH AGAMA MERATA-RATA. KEJUJURAN DAN IKHLAS SUDAH TIADA, ORANG YANG BENAR-BENAR TAKUT PADA ALLAH HANYA SATU DALAM BERIBU-RIBU, AMANAH ALLAH TELAH DIKHIANATI DAN IBADAT SUDAH TIDAK DIPEDULIKAN LAGI. URUSAN DUNIAWI DIPANDANG TINGGI DAN AKHIRAT TERUS DILUPAI. MUFTI DAN KADI-KADI MABUK DENGAN GAJI YANG MENJADI TUHAN-TUHAN DUNIAWI. IMAM DAN BILAL SUDAH DIIKAT DENGAN WANG MAKA HILANGLAH TAKUT KEPADA ALLAH BERTUKAR BIMBANG DAN TAKUT KEPADA MAKHLUK.

             PEREMPUAN-PEREMPUAN DI ZAMAN INI HILANG MALU DAN HARGA DIRI, PEREMPUAN-PEREMPUAN BERPAKAIAN TETAPI BERTELANJANG (MEMAKAI KAIN, BAJU, SELUAR YANG KETAT DAN NIPIS). MEREKA TIDAK LAGI TAKUT KEPADA AZAB (LAKNAT) ALLAH! DAN TERCETUSLAH NAFSU LELAKI MENJADI BUAS DAN ZALIM. MAKA ROGOL DAN PEMBUNUHAN TIDAK DAPAT DIBENDUNG LAGI, PENZINAAN DAN ZINA MATA MENJADI KEBIASAAN, MINUMAN ARAK MENJADI KEGEMARAN, JUDI DAN RIBA MENJADI KEMEGAHAN. LELAKI MENJADI PEREMPUAN DAN PEREMPUAN MENJADI LELAKI. DADAH DAN HIBURAN MENJADI PEMUJAAN, MAJALAH MENDEDAH TUBUH WANITA BEBAS DIJUAL MERATA TEMPAT DAN HASIL JUALANNYA DIBERI MAKAN KEPADA ANAK ISTERI. TEMPAT-TEMPAT PENGINAPAN YANG SULIT, RUMAH-RUMAH RAHSIA YANG GELAP, FILEM-FILEM YANG LUCAH, BAR DAN DISCO MENDAPAT SAMBUTAN HANGAT DAN PEMBELAAN.TV DAN SURAT KHABAR MENJADI RUJUKAN DAN KITAB-KITAB MEREKA DAN RUMAH-RUMAH KEDIAMAN MEREKA TELAH MENJADI PANGGUNG-PANGGUNG WAYANG, DAN ALIM-ULAMAK TIDAK BERANI MEMBERI FATWA MENGENAI TV DAN FILEM-FILEM YANG BERCANGGAH DENGAN HUKUM SYARAK KERANA HENDAK MENJAGA HATI ORANG RAMAI.

              MASJID DAN SURAU TIDAK LAGI MENJADI TEMPAT MENDEKATI DIRI KEPADA TUHAN TETAPI MENJADI TEMPAT PEREBUTAN PANGKAT DAN KEMASYHURAN. PERMAINAN DAN PEKERJAAN MENJADI LEBIH UTAMA DARI IBADAT, SEMBAHYANG DAN PUASA SUDAH MENJADI ADAT BUKAN LAGI IBADAT. AKHLAK MEREKA SEMAKIN ROSAK, SEGALA YANG MEREKA HENDAK BUAT SEMUANYA BOLEH BELAKA, TIDAK ADA SESIAPA YANG BERANI MENYEKAT ATAU MENGATAKAN HARAM DAN HALAL. RAJA DAN PENGUASA SUDAH TIDAK PEDULI KEPADA AMANAH ALLAH, PEJABAT AGAMA SUDAH MENJADI TOPENG DAN BONEKA PARA PENGUASA NEGERI. POLIS DAN TENTERA MENJADI ALAT KEPADA PEMERINTAH YANG ZALIM, YANG TIDAK MENGIKUT PETUNJUK AGAMA. MASJID-MASJID HANYA TINGGAL JASAD-JASAD YANG HATI MEREKA TIADA TAKWA, DAN KETIKA ITU YANG PALING JAHAT IALAH ORANG ALIM, DARIPADANYA DATANG FITNAH DAN KEPADANYA KEMBALI FITNAH ITU.

     MIMBAR-MIMBAR MASJID SUDAH DICEMARI OLEH DAKI-DAKI DUNIA DAN DEBU-DEBU SYIRIK DAN AL-QURAN TELAH DIPENJARAKAN DIDALAM MASJID-MASJID.

        PADA HARI INI RAMAI ORANG YANG FASIH LIDAHNYA TETAPI BUTA HATINYA. ORANG YANG JAHIL DENGAN ISLAM TERUS DALAM KEJAHILAN, TIDAK MAHU BELAJAR AGAMA DAN MEMBAIKI DIRI. ORANG YANG BERILMU TERPENGARUH DENGAN KEDUNIAAN DAN HATI MEREKA TELAH MENJADI BUTA. MENJADI ALAT KEPADA MAKHLUK DAN BERPALING DARIPADA TUHAN! ALIM ULAMAK DIAM MEMBISU MASING-MASING MENJAGA KEPENTINGAN DIRI TAKUT HILANG GAJI DAN PENCEN. ALIM DUSTA SEMAKIN RAMAI YANG MENJADI LIDAH-LIDAH KEBATILAN, BAGAIKAN LALAT-LALAT YANG BEREBUT-REBUT MENGHINGGAPI DAN MENGHIDU NAJIS YANG BUSUK DAN AKHIRNYA TERTIMBUS DIDALAM NAJIS ITU.

      ORANG ALIM DIAKHIR ZAMAN AGAMA DIJADIKAN ALAT CARI MAKAN DAN YANG PALING JAHAT MENJADI ALAT MELAWAN TUHAN, MEREKA SEPERTI LEMBU-LEMBU YANG DICUCUK HIDUNGNYA DENGAN TALI DAN DITARIK SESUKA HATI! PAKAIAN SUNAH MENJADI DAGANG DALAM NEGERI SENDIRI, DAN ALIM ULAMAK MODEN LEBIH KASIH MENIRU PAKAIAN BARAT YANG MENJADI MUSUH KEPADA ISLAM. GOLONGAN YANG BERJUANG ISLAM PUN MASIH TAKUT DAN BIMBANG KERANA MEREKA BERGANTUNG REZEKI PADA TANGAN MAKHLUK, DAN TIDAK YAKIN REZEKI DALAM TANGAN TUHAN! DAN MENYEBABKAN FATWA AGAMANYA MENJADI LONGGAR DAN BERBALIK-BALIK DITIPU NAFSU DIRI KERANA TAKUT TERLUCUT HABUAN DUNIA DARI TANGAN! RAHSIA ZIKIR NAFI-ISBAT (ZIKIR KUAT) SUDAH TIDAK DIFAHAMI OLEH ULAMAK AKHIR ZAMAN KERANA DUNIA TELAH BERTAKHTA DALAM HATINYA DAN TIADA SIFAT MERENDAH DIRI. GOLONGAN THARIKAT TERUMBANG-AMBING TANPA NASIHAT DAN PIMPINAN MURSHID YANG BENAR DARI TUHAN. MURSHID YANG BENAR ADA TETAPI SUKAR DIKENALI, DAN DITUDUNG PULA OLEH ALIM-ULAMAK DUNIA YANG BIMBANG PENGARUHNYA AKAN HILANG. JALAN TASAUF SEDIKIT PENGIKUT TETAPI BANYAK FITNAH, ORANG BERJALANPUN JARANG YANG SAMPAI, YANG BENAR ADA TETAPI AMATLAH JARANG, MENJADI MUSUH KEPADA ULAMAK YANG TERHIJAB DENGAN TUHAN. JAGA-JAGA! AHLI TASAUF TIRUAN RAMAI TETAPI KEBANYAKANNYA MENGAMBIL KESEMPATAN DUIT DAN PEREMPUAN, MERABA-RABA HAL KETUHANAN DIDALAM GELAP TANPA HIDAYAT DARIPADA TUHAN DAN AKHIRNYA TERGELINCIR KAKI DAN TERSESATLAH JALAN.

      IMAN SEMAKIN NIPIS, JANJI TUHAN MENJADI KERAGUAN DIDALAM DIRI DAN BALA TUHAN TIDAK DIPEDULIKAN LAGI. CINTA DUNIA, CINTA HARTA-BENDA, CINTA PANGKAT DAN CINTA KEBESARAN DAN LUPA MATI TELAH MELANDA MASYARAKAT. TAMAK, DENGKI, IRIHATI, FITNAH-MEMFITNAH, KHIANAT-MENGKHIANATI, MEGAH, SOMBONG, LUPA DIRI DAN LUPA TUHAN TELAH MENJADI SEPERTI KUMAN-KUMAN YANG TELAH MEREBAK DIKOTA DAN DIDESA. SUAMI-SUAMI MENJADI DAYUS DAN TIDAK MENDIDIK ANAK-ANAK DAN ISTERI KEPADA JALAN TAKWA, ISTERI-ISTERI MENJADI JARI TELUNJUK DALAM RUMAH-TANGGA DAN RAMAI ISTERI YANG DERHAKA KEPADA SUAMI. ORANG TUA TIDAK LAGI MENGASIHI GOLONGAN MUDA DAN GOLONGAN MUDA TIDAK LAGI MENGHORMATI ORANG TUA. DAN TUGAS NASIHAT-MENASIHATI SUDAH TIDAK DIAMALKAN LAGI. JALAN DUNIA DIPERLUASKAN DAN RAMAI TEMAN TAULAN, JALAN AKHIRAT DISEMPITKAN, DIKAMBUS DAN TIADA TEMAN TAULAN.

          SEMUA BERADA DIATAS JALAN MENAIKI KENDERAAN SATU CITA-CITA SATU TUJUAN, MENCARI KEPENTINGAN DUNIA DAN KEBENDAAN, INILAH KEBANYAKAN ORANG DIAKHIR ZAMAN, DUSTA, TIPU DAN BELIT JADI PERMAINAN ASALKAN MENDAPAT WANG, MEREKA TIDAK LAGI TAKUT KEPADA AZAB TUHAN. HUKUM-HAKAM TUHAN DIKETEPIKAN, ORANG YANG BENAR DIHINA DAN DICELA, ORANG YANG DUSTA DIPUJA-PUJA. BENAR DAN SALAH TIDAK DAPAT DIBEZAKAN LAGI KERANA TELAH BUTA MATA DI DALAM DADA, INILAH TANDA ORANG YANG DUSTA DALAM IMAN! MANUSIA RAMAI YANG MENJADI SEPERTI HAIWAN HIDUP MAKAN-MINUM SIANG DAN MALAM. HAWA NAFSU MENJADI TUHAN, IMAN TELAH TERCABUT DAN AKAL NURANI SUDAH PADAM DAN MENJADI ROSAK. PEMUDA-PEMUDA TIDAK SAYANGKAN NYAWANYA, BERLUMBA-LUMBA MOTORSIKAL DAN KERETA DI TENGAH JALAN RAYA SEPERTI DI RASUK OLEH SYAITAN. MUDA MUDI BEBAS BERKELIARAN MEMUASKAN NAFSU SYAHWAT KEBINATANGAN, WANITA ZAMAN INI TIDAK PEDULI LAGI BATAS-BATAS AURAT DAN PERGAULAN, MEREKA MENJADI SENJATA-SENJATA SYAITAN BERPAKAIAN SEPERTI PELACUR BERMEGAH-MEGAH DIJALANAN DAN DITEMPAT MEMBELI-BELAH. ANAK-ANAK RAMAI YANG DERHAKA KEPADA IBU-BAPA DAN IBU-BAPA PUN RAMAI YANG DERHAKA KEPADA ALLAH DAN RASUL.

       NASIHAT BENAR TIDAK DIDENGARI DAN AMARAN LANGIT TIDAK DIPEDULI LAGI. BATAS-BATAS ISLAM SUDAH PECAH DAN BANJIR KEKUFURAN MELANDA NEGERI (ALLAH! ALLAH! ALLAH!). AJARAN NABI BANYAK YANG SUDAH DIBUANG DAN DITAMBAHI, SUNNAH NABI TELAH DITINGGALKAN, TUHAN HANYALAH TINGGAL NAMANYA SAHAJA, BUKAN LAGI YANG DIPUJA, YANG DISEMBAHI DAN DITAATI! ROH IMANNYA TELAH MATI DAN HANYA JASAD YANG MENUNGGU MAUT. ISLAM HANYA TINGGAL NAMANYA SAHAJA, AL-QURAN HANYA TINGGAL HURUF-HURUFNYA SAHAJA. ZAMAN INI RAMAI MANUSIA TELAH BERPALING DARIPADA ALLAH DAN BERHADAP KEPADA MAKHLUK! HANYA SEDIKIT ORANG YANG HATINYA RINDU KEPADA AKHIRAT, DAN AMAT SEDIKIT ORANG YANG DAPAT MERASAI KELAZATAN, KECINTAAN DAN KERINDUAN KEPADA ALLAH. APATAH LAGI MENGENALI ALLAH, TUHAN PENCIPTA SEKALIAN ALAM. MANUSIA DIZAMAN INI TAMAK DAN HALOBA DENGAN NIKMAT ALLAH TETAPI MEREKA TIDAK MAHU TAAT KEPADA ALLAH. MANUSIA DIZAMAN INI MENGETAHUI ALLAH ADA, TETAPI MEREKA TIDAK MAHU MENGENAL ALLAH DAN BERHADAP KEPADA ALLAH. MEREKA MENYEMBAH ALLAH TETAPI TIDAK BERUSAHA MENGENAL ALLAH. ALANGKAH MARAHNYA ALLAH! TIDAKKAH MEREKA TAHU BAHAWA ALLAH SAHAJA YANG WUJUD DI DALAM ALAM INI! MANUSIA DI ZAMAN INI RAMAI YANG TIDAK SYUKUR DENGAN NIKMAT ALLAH, REZEKI YANG ALLAH KURNIAKAN KEPADA MEREKA, MEREKA ANGGAP DARI USAHA MEREKA SENDIRI DAN DARI-CERDIK PANDAI MEREKA. BARANGSIAPA YANG TIDAK TURUT PERINTAH ALLAH, TIDAK SYUKUR DENGAN NIKMAT ALLAH DAN TIDAK RIDHA BARANG YANG ALLAH TAKDIRKAN KEPADANYA, MAKA CARILAH TUHAN YANG LAIN DARIPADA ALLAH DAN JANGANLAH DUDUK DIDALAM DUNIA ALLAH INI!

WAHAI ORANG ISLAM YANG MASIH HIDUP HATINYA! SEBARKANLAH, TIUPKANLAH DAN NYALAKANLAH SEMULA ROH ‘JIHAD’ DIDALAM DIRIMU, INSYAALLAH ISLAM AKAN BERSINAR KEMBALI. INILAH FITNAH DI AKHIR ZAMAN. MAKA TUNGGULAH! TUNGGULAH! “PERANG’ DARI TUHAN MAHARAJA MAHA PERKASA! FIRMAN ALLAH YANG BERMAKSUD. DAN JANGAN PULA KHIANAT TERHADAP BARANG YANG DIAMANAHKAN KEPADA KAMU SEDANG KAMU MENGETAHUI”. DAN MOGA-MOGA KAMI DAN KAMU DISELAMATKAN OLEH ALLAH DARIPADA KESESATAN …… amin
          KHALIFAH ISKANDAR

25 Pesanan Lukman Al- Hakim



# Hai anakku; ketahuilah, sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yang dalam, banyak manusia yang karam ke dalamnya. Bila engkau ingin selamat, agar jangan karam, layarilah lautan itu dengan SAMPAN yang bernama TAKWA, ISInya ialah IMAN dan LAYARnya adalah TAWAKKAL kepada ALLAH.
# Orang - orang yang sentiasa menyediakan dirinya untuk menerima nasihat, maka dirinya akan mendapat penjagaan dari ALLAH. Orang yang insaf dan sedar setalah menerima nasihat orang lain, dia akan sentiasa menerima kemuliaan dari ALLAH juga.
# Hai anakku; orang yang merasa dirinya hina dan rendah diri dalam beribadat dan taat kepada ALLAH, maka dia tawadduk kepada ALLAH, dia akan lebih dekat kepada ALLAH dan selalu berusaha menghindarkan maksiat kepada ALLAH.
# Hai anakku; seandainya ibubapamu marah kepadamu kerana kesilapan yang dilakukanmu, maka marahnya ibubapamu adalah bagaikan baja bagi tanam tanaman.
# Jauhkan dirimu dari berhutang, kerana sesungguhnya berhutang itu boleh menjadikan dirimu hina di waktu siang dan gelisah di waktu malam.
# Dan selalulah berharap kepada ALLAH tentang sesuatu yang menyebabkan untuk tidak menderhakai ALLAH. Takutlah kepada ALLAH dengan sebenar benar takut ( takwa ), tentulah engkau akan terlepas dari sifat berputus asa dari rahmat ALLAH.
# Hai anakku; seorang pendusta akan lekas hilang air mukanya kerana tidak dipercayai orang dan seorang yang telah rosak akhlaknya akan sentiasa banyak melamunkan hal hal yang tidak benar. Ketahuilah, memindahkan batu besar dari tempatnya semula itu lebih mudah daripada memberi pengertian kepada orang yang tidak mahu mengerti.
# Hai anakku; engkau telah merasakan betapa beratnya mengangkat batu besar dan besi yang amat berat, tetapi akan lebih lagi daripada semua itu, adalah bilamana engkau mempunyai tetangga (jiran) yang jahat.
# Hai anakku; janganlah engkau mengirimkan orang yang bodoh sebagai utusan. Maka bila tidak ada orang yang cerdik, sebaiknya dirimulah saja yang layak menjadi utusan.
# Jauhilah bersifat dusta, sebab dusta itu mudah dilakukan, bagaikan memakan daging burung, padahal sedikit sahaja berdusta itu telah memberikan akibat yang berbahaya.
# Hai anakku; bila engkau mempunyai dua pilihan, takziah orang mati atau hadir majlis perkahwinan, pilihlah untuk menziarahi orang mati, sebab ianya akan mengingatkanmu kepada kampung akhirat sedangkan menghadiri pesta perkahwinan hanya mengingatkan dirimu kepada kesenangan duniawi sahaja.
# Janganlah engkau makan sampai kenyang yang berlebihan, kerana sesungguhnya makan yang terlalu kenyang itu adalah lebih baiknya bila makanan itu diberikan kepada anjing sahaja.
# Hai anakku; janganlah engkau langsung menelan sahaja kerana manisnya barang dan janganlah langsung memuntahkan saja pahitnya sesuatu barang itu, kerana manis belum tentu menimbulkan kesegaran dan pahit itu belum tentu menimbulkan kesengsaraan.
# Makanlah makananmu bersama sama dengan orang - orang yang takwa dan musyawarahlah urusanmu dengan para alim ulamak dengan cara meminta nasihat dari mereka.
# Hai anakku; bukanlah satu kebaikan namanya bilamana engkau selalu mencari ilmu tetapi engkau tidak pernah mengamalkannya. Hal itu tidak ubah bagaikan orang yang mencari kayu bakar, maka setelah banyak ia tidak mampu memikulnya, padahal ia masih mahu menambahkannya.
# Hai anakku; bilamana engkau mahu mencari kawan sejati, maka ujilah terlebih dahulu dengan berpura pura membuat dia marah. Bilamana dalam kemarahan itu dia masih berusaha menginsafkan kamu,maka bolehlah engkau mengambil dia sebagai kawan. Bila tidak demikian, maka berhati hatilah.
# Selalulah baik tutur kata dan halus budi bahasamu serta manis wajahmu, dengan demikian engkau akan disukai orang melebihi sukanya seseorang terhadap orang lain yang pernah memberikan barang yang berharga.
# Hai anakku; bila engkau berteman, tempatkanlah dirimu padanya sebagai orang yang tidak mengharapkan sesuatu daripadanya. Namun biarkanlah dia yang mengharapkan sesuatu darimu.
# Jadikanlah dirimu dalam segala tingkahlaku sebagai orang yang tidak ingin menerima pujian atau mengharap sanjungan orang lain kerana itu adalah sifat riya~ (riak) yang akan mendatangkan cela pada dirimu.
# Hai anakku; janganlah engkau condong kepada urusan dunia dan hatimu selalu disusahkan olah dunia saja kerana engkau diciptakan ALLAH bukanlah untuk dunia sahaja. Sesungguhnya tiada makhluk yang lebih hina daripada orang yang terpedaya dengan dunianya.
# Hai anakku; usahakanlah agar mulutmu jangan mengeluarkan kata kata yang busuk dan kotor serta kasar, kerana engkau akan lebih selamat bila berdiam diri. Kalau berbicara, usahakanlah agar bicaramu mendatangkan manfaat bagi orang lain.
# Hai anakku; janganlah engkau mudah ketawa kalau bukan kerana sesuatu yang menggelikan, janganlah engkau berjalan tanpa tujuan yang pasti, janganlah engkau bertanya sesuatu yang tidak ada guna bagimu, janganlah mensia siakan hartamu.
# Barang sesiapa yang penyayang tentu akan disayangi, sesiapa yang pendiam akan selamat daripada berkata yang mengandungi racun, dan sesiapa yang tidak dapat menahan lidahnya dari berkata kotor tentu akan menyesal.
# Hai anakku; bergaullah rapat dengan orang yang alim lagi berilmu. Perhatikanlah kata nasihatnya kerana sesungguhnya sejuklah hati ini mendengarkan nasihatnya, hiduplah hati ini dengan cahaya hikmah dari mutiara kata katanya bagaikan tanah yang subur lalu disirami air hujan.
# Hai anakku; ambillah harta dunia sekadar keperluanmu sahaja, dan nafkahkanlah yang selebihnya untuk bekalan akhiratmu. Jangan engkau tendang dunia ini ke keranjang atau bakul sampah kerana nanti engkau akan menjadi pengemis yang membuat beban orang lain. Sebaliknya janganlah engkau peluk dunia ini serta meneguk habis airnya kerana sesungguhnya yang engkau makan dan pakai itu adalah tanah belaka. Janganlah engkau bertemankan dengan orang yang bersifat talam dua muka, kelak akan membinasakan dirimu.

      




Nafsu manusia merupakan kekuatan dari dalam yang mendorong dan mengetahui kefasikan dan cara menjauhinya. Dengan kata lain, ia merupakan nafsu yang mengilhamkan kefasikan dan kejahatan. Allah menceritakan dua sifat nafsu ini dalam al-Qur’an, sebagai berikut:
“Dan nafsu serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada nafsu itu kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan nafsu itu.” (Q.s. asy-Syams: 7-9).
         Nafsu disebutkan dalam ayat tersebut sebagai sumber semua keburukan dan kesalahan bagi manusia. Kerana memiliki sifat seperti itu, nafsu merupakan salah satu di antara musuh manusia yang sangat berbahaya. Nafsu itu bersifat sombong dan mementingkan diri sendiri; ia selalu ingin memuaskan kehendaknya dan kesombongannya. Ia hanya memperhatikan keperluannya sendiri, kepentingannya sendiri, dan hanya mencari kesenangan. Ia berusaha melakukan apa saja untuk memperdayakan manusia, Kerana nafsu selalu tidak mungkin dapat memenuhi keinginannya melalui cara yang benar. Ucapan Nabi Yusuf menjelaskan keadaan ini dalam al-Qur’an, sebagai berikut:
“Dan aku tidak membebaskan diriku dari kesalahan, Kerana sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.s. Yusuf: 53).

     Bahawa nafsu seseorang dengan kuat mengilhamkan perbuatan fasik dan jahat merupakan rahasia penting yang diungkapkan kepada orang-orang beriman, dan takut kepada Allah. Dengan diungkapkannya rahasia ini, mereka dapat mengetahui bahawa nafsu tidak pernah berhenti bekerja, sekalipun hanya sedetik. Melalui godaan, ia selalu berusaha menjerumuskan manusia dari jalan Allah. Berdasarkan rahasia ini, nafsu tidak akan pernah diam; ia akan selalu membenarkan perbuatannya dalam keadaan apa saja, ia akan selalu mencintai dirinya sendiri melebihi yang lain, ia semakin sombong, menginginkan benda apa saja dan menginginkan kenikmatan. Pendek kata, ia berusaha dengan cara apa saja agar seseorang melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hal-hal yang diridhai Allah.
Sesungguhnya, perilaku dan perbuatan orang-orang kafir yang tidak sesuai dengan ajaran al-Qur’an sepenuhnya dibentuk oleh nafsu mereka. Kerana tidak takut kepada Allah, orang-orang kafir tidak memiliki kehendak untuk mengikuti hati nurani mereka, tetapi lebih cenderung untuk mengikuti nafsu mereka. Percekcokan, konflik kepentingan, dan ketidakbahagiaan yang melanda masyarakat dan agama diabaikan, berakar dari individu-individu yang terjerat oleh nafsu mereka dan kepentingan diri mereka, sehingga akibatnya, mereka kehilangan sifat-sifat manusia seperti kasih sayang, saling menghormati, dan pengorbanan.
Itulah sebabnya mengapa rahsia yang diungkapkan oleh Allah ini sangat penting. Jika seseorang mencamkan rahasia ini dalam hatinya, ia dapat mewaspadai nafsu dan melakukan perbuatan yang benar. Nafsu dapat ditundukkan dengan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan apa yang diperintahkan. Misalnya, ketika nafsu memerintahkan untuk bermalas-malas, kita harus bekerja lebih keras. Ketika nafsu memerintahkan untuk mementingkan diri sendiri, kita harus lebih banyak berkorban. Ketika nafsu memerintahkan untuk berbuat kikir, kita harus menjadi lebih dermawan.


        Di samping sisi nafsu yang jahat, dari surah asy-Syams kita mengetahui bahawa Allah juga mengilhamkan kepada nafsu hati nurani yang menjadikan seseorang dapat mengendalikan nafsunya agar tidak memuaskan keinginannya yang rendah. Iaitu, di samping nafsu itu mendordong kepada kefasikan, ia juga mendorong kepada kebajikan. Setiap orang mengetahui akan bisikan ini dan dapat mengenali perbuatan fasik dan perbuatan baik. Namun, hanya orang-orang yang takut kepada Allah yang dapat mengikuti hati nurani mereka.

Nafsu oh Nafsu.,.,


"Tiada yang aku rawati lebih sukar daripada nafsuku sendiri, satu ketika aku mengalahkannya. dan satu ketika yang lain aku dikalahkannya" (Sufyan At-Thauri)
Memang betul, ada masa kita memang dapat kalahkan nafsu kita. Bilamana iman kita naik insyaAllah nafsu juga dalam kawalan dan panduan kita, tapi malangnya bilamana iman kita kurang, nafsu yang mengawal dan pandu kita. Nauzubillah.

Ia adalah kunci untuk kita mengekang hawa nafsu kita. Kuncinya ialah:
"Bagaimana dapat ditentang hawa nafsu, sedangkan ketika ia menyerang, ia menguasai 2/3 akal. Maka tiada jalan lain melainkan SABAR" (Imam As-Syafie)
Subhanallah, besar peranan sabar rupanya dalam kehidupan kita. Patutlah dalam Al-Quran banyak menyebut kelebihan orang bersabar. Seringkali kita diingatkan dan diberitakan Allah dalam Al-Quran "BERILAH KHABAR GEMBIRA BUAT MEREKA YANG BERSABAR", dan dalam ayat yang lain "SABAR ITU CANTIK/INDAH" dan Allah juga berjanji bahawa "ALLAH BERSAMA MEREKA YANG BERSABAR", masyaAllah bersabarkah aku dan dirimu dalam mengharungi kehidupan di muka bumi ni?




Ya Allah, jauhi aku daripada pautan nafsu syaitan durjana ya Allah. Saya teruskan bacaan saya lagi, dalam ayat seterusnya menceritakan mengenai PENCINTA ALLAH, bagaimana SI PENCINTA ALLAH ITU? Apa kaitan dengan nafsu pulak?


PENCINTA ALLAH ITU IALAH:
"Seorang hamba yang menceraikan dirinya daripada gigitan nafsu, tidak putus-putus mengingati Allah, berdiri menegakkan hak-hak Allah dan memandang Allah dengan hatinya. Apabila dia berbicara, dia berbicara dengan Allah, apabila dia berdiskusi, diskusinya tentang Allah. Dia bergerak dengan perintah Allah. Diamnya bersama bersama Allah. Maka dia dengan Allah, Untuk Allah, dan bersama Allah" (Abu Bakar al-Kattani)


Mari muhasabah diri, ada kita punyai ciri-ciri di atas? Jujurnya, saya masih bermasalah dalam mengawal nafsu, maka masih tidak layak bergelar PENCINTA ALLAH. Mengatakan sayang dan cinta amat mudah, tapi dalam membuktikan rasa sayang dan cinta itu amat payah, ditambahi lagi dengan ujian-ujian yang menimpa diri.


Ingatlah kita, NAFSU SENTIASA MENGARAH KEPADA KEMUNGKARAN! Bila nafsu kuasai diri, ini yang akan terjadi:
"Apabila hawa nafsu sudah dominan, maka hati akan gelap. Apabila hati gelap, maka dada kan menyempit. Apabila dada menyempit, maka akhlak jadi buruk. Apabila akhlak buruk, maka makhluk akan membencinya" (Abu Bakar al-Hakim al-Warraaq)


Ya Allah Ya Tuhanku, jauhkan kami daripada pautan nafsu syaitan durjana dan kami berlindung pada-MU daripada kejahatan nafsu kami dan jadikanlah kami daripada golongan orang yang SABAR.

BARISAN DI AKHIRAT


Suatu ketika, Muaz b Jabal ra mengadap Rasulullah SAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah, tolong huraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT:”Pada sangkakala ditiup,maka kamu sekalian datang berbaris-baris”Surah an-Naba’:18 Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata.... Lalu menjawab: “Wahai Muaz, engkau telah bertanyakan kepada aku, perkara yang amat besar,bahawa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris menjadi 12 barisan, masing-masing dengan pembawaan mereka sendiri….” Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut:

BARISAN PERTAMA

Di iring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati jirannya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”


BARISAN KEDUA

Diiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan solat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”


BARISAN KETIGA

Mereka berbentuk keldai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. “Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”


BARISAN KEEMPAT

Diiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancutan keluar dari mulut mereka. “Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jualbeli, maka inilah balasannya dan tempat mereka adalah neraka…”


BARISAN KELIMA

Diiring dari kubur dengan bau busuk daripada bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. “Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan derhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula rasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”


BARISAN KEENAM

Diiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. “Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”


BARISAN KETUJUH

Diiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. “Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran,maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”


BARISAN KELAPAN

Diiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas.”Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”


BARISAN KESEMBILAN

Diiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. “Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”


BARISAN KESEPULUH

Diiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. “Mereka adalah orang yang derhaka balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”


BARISAN KESEBELAS

Diiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. “Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”


BARISAN KEDUA BELAS

Mereka diiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka,datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: “Mereka adalah orang yang beramal salih dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan derhaka, mereka memelihara solat lima waktu, ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga,mendapat keampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih…” Jika engkau mahukan kemesraan dengan Allah, maka garanglah terhadap dirimu sendiri. Jika engkau merasakan manisnya berhubung dengan Allah, tahulah engkau betapa peritnya berpisah denganNya…..

PERJUANGAN HAKIKI- JIWA YG BESAR


        Dunia ini dirubah oleh mereka yang memiliki Himmah ’Aliyah ( cita-cita tinggi). Setiap pemikiran ilmiah atau projek yang membina atau misi pengislahan umat dibelakangnya adalah tokoh-tokoh dan figur yang hebat. Tokoh-tokoh yang memiliki karisma, mangakar pemikirannya, bekerja tanpa jemu sehingga dia mencapai visi perjuangannya atau mati meninggalkan legasinya buat umat. Mereka adalah rijal.




        Lihatlah pada contoh teragung kita, qudwah terbaik buat kita iaitu baginda Rasulullah SAW ketika ditawar oleh bapa saudaranya Abu Talib untuk menjawat jawatan ketua kepada kabilah-kabilah Arab dari tangan kepemimpinan Quraisyh.Kata baginda SAW : “ Demi allah wahai bapa saudaraku, kalaulah mereka meletakkan matahari ditangan kananku dan bulan ditangan kiriku agar aku meninggalkan tugas membawa risalah ini, sekali-kali aku tidak meninggalkannya sama ada allah memenangkan risalah ini atau sebaliknya..”


       Bagaimana mungkin seseorang itu akan berasa lemah atau rendah diri berdepan dengan tawaran tersebut jika dia memiliki himmah(cita-cita) membugar, dia mensinergikan visinya dengan al-Haq yang datang dari Allah SWT.


Lihatlah pula para Sahabat R.A yang mendapat didikan Madrasah Rasulullah, yang menjadi tulang punggung kepada dakwah ini sehingga mereka bertebaran ke seanterio dunia.


       Bilal bin Rabah, berdarah daging keturunan Habsyah, seorang hamba kepada tuannya Umaiyah bin Khalaf. Beliau diseksa ditengah panas terik matahari, diletakkan batu besar ke atas dadanya. Kata Umaiyah b. Khalaf ; “ aku tidak akan melepaskanmu..kamu akan berterusan begini sehinggalah kamu mati atau kufur kepada Muhammad..”. Jiwa yang memiliki cita-cita besar ini menjawab : “ ahad..ahad (Esa)”.


Lihatlah pula pada keluarga dakwah unggul, keluarga Yasir yang diseksa di panas yang terik. Yasir mati sebagai syahid, diikuti isterinya Sumayyah. Iman dan Aqidah Ammar tetap utuh. Beliau thabat walau diuji, biarpun ibubapanya dibunuh. Jiwanya besar cita-citanya tinggi.


Lihatlah pula pada Saidina Abu Bakar As-Shiddiq ketika beliau memimpin dakwah lewat kematian baginda Rasulullah SAW. Beliau berdepan dengan gejala riddah ( murtad). Seluruh semenanjung Arab dibelenggu sindrom murtad. Dengan himmah ‘aliyyah ( jiwa yang tinggi), beliau mengungkap kata-kata : “Demi allah ! aku akan perangi mereka yang memisahkan zakat dan solat..Demi Allah ! kalaulah mereka menghalang disebabkan oleh tali unta untuk mengeluarkan zakat sebagaimana yang telah mereka berikan pada Rasulullah SAW, nescaya pasti aku akan perangi mereka..”. Siapa yang akan memerangi mereka kalau tidak mereka yang memiliki jiwa yang besar.


Begitu juga sesiapa yang membuka lembaran sejarah Islam atau mana-mana sejarah yang hebat, pasti mereka akan dapati disebaliknya tokoh-tokoh, rijal-rijal yang melakar dan mencipta sejarah. Mereka ini adalah pelopor, pemikir, tokoh, pemimpin, para du’at, khalifah, pejuang, ilmuwan dan cendekiawan dalam pelbagai disiplin ilmu, mereka membuat kajian, analisis, mewakafkan hidup mereka berkhidmat kepada umat..membina peradaban yang holistik sehingga peradaban mereka menjadi model unggul mengatasi peradaban lain.


Contohilah, anak muda yang melakar sejarah, meninggalkan legasi kepada generasi selepasnya.Ketika dunia bersedih dan diselubungi dengan kejatuhan Khilafah Islamiah pada tahun 1924, ketika tentera – tentera musuh menjajah bumi umat Islam, ketika undang-undang syariah ditukar kepada undang-undang sekular, ketika muncul gerakan sekularisasi dan usaha –usaha pembaratan dan para ilmuwan Islam meninggalkan tugas dakwah ini, anak muda ini memulakan usaha dakwah dengan noktah yang telah diabaikan oleh generasi ketika itu.


Beliau terus membina..membina dan terus membina sehingga binaannya menjadi kukuh dengan binaan yang terbaik (Husnul bina’). Dakwahnya bertebaran ke seluruh dunia, manhajnya diaplikasikan di pelusuk benua, kadernya beraksi dalam semua platform, ketumbukan jihadnya menentang Zionis Yahudi di Palestina. Hidupnya singkat jasanya hebat. Itulah anak muda bercita-cita tinggi.. Imam As-Syaheed Hasan Al-Bana.


Beliau memberikan ubat mujarab kepada dunia yang dibelenggu seribu satu macam masalah. Beliau membawa gagasan besar untuk membina tamadun agung dan terbilang. Biarpun dihadapannya batu- batu kerikil yang menghalangi perjuangannya, musuh-musuh durjana, kezaliman rejim tirani yang mencengkam, kefasadan dan kerosakan anak-anak muda, kelesuan para ulamak, kejahilan rakyat jelata , dengan jiwa yang agung dan bercita-cita besar ,beliau berkata : “ Tidak ada seorang pun mengetahui melainkan hanya Allah sahaja yang mengetahuinya betapa kami setiap malam menghabiskan masa kami dengan memikirkan masalah umat ini,keadaan yang menimpa umat dalam pelbagai aspek kehidupan, kami menganalisis penyakit dan mencari ubat mengatasinya, kami berfikir untuk merawat dan menghilang penyakit umat ini. hasilnya membuatkan kami menangis. Alangkah kami rasa terpegun dan terkejut apabila kami berdepan dengan masalah yang meruntun jiwa kami, kami melihat ada orang-orang yang khayal, mabuk menghabiskan masa mereka di kafeteria-kafeteria, berlegar-legar di kelab-kelab yang merosakkan. Bila saya bertanya salah seorang daripada mereka tentang sebab mereka melakukan perjumpaan-perjumpaan yang kosong dan memboringkan itu. Si fulan itu berkata kepada kamu : Saya sengaja membuang masa…saya sedang membunuh waktu saya. Alangkah malangnya si fulan tersebut dia tidak mengetahui bahawa sesungguhnya sesiapa yang membunuh masanya sebenarnya dia membunuh dirinya (hidupnya).. Sesungguhnya masa itu adalah kehidupan..”. Inilah jawapan Sang Anak Muda yang mencipta sejarah dan bercita-cita tinggi.


Abdul Hamid b. Baadis rahimahullah, seorang cendekiawan Islam dari Algeria, ulama terkenal. Beliau telah pergi mengerjakan haji dan bertemu dengan sahabat karibnya Al-Basyir Al-Ibrahimi. Temannya itu berikrar untuk tinggal lama di di bumi Madinah, menghabiskan sisa-sisa hidup dengan beribadah di Masjid Nabawi, membaca dan menulis. Syeikh Abdul Hamid b. Baadis bertanya kepadanya ; “ siapa yang akan membebaskan bumi Algeria jika aku dan kamu bersikap begini..?”. Lantas mereka berdua pulang dan berjuang membebaskan Algeria dari cengkaman penjajah..dengan iman yang mendalam (al-iman al-amiq),kefahaman yang teliti(al-fahm ad-daqiq) dan kerja yang berterusan (al-amal al-mutawasil).


Mereka itulah adalah tokoh-tokoh yang hebat, cita-cita mereka tinggi dan visi mereka agung. Begitulah sang Da’ie, seharusnya memiliki cita-cita tinggi dan ambisi yang besar. Para pendakwah semestinya menjadikan cita-cita dakwahnya melingkari benak pemikirannya, hidup dan tumbuh subur di dalam kehidupannya. Bak kata Imam Ibnu Qayyim : “ Himmah ‘Aliyah ( cita-cita tinggi) ini mengatasi cita-cita lain umpama seekor burung yang terbang tinggi dari burung-burung lain”.


Seorang pendakwah yang memiliki cita-cita tinggi akan ;


sibuk membina rijal dengan kata-kata dan perbuatan. Melakukannya dengan terbaik sehingga tidak ada masa untuk menambah bacaan dan penulisannya. Begitulah Hasan Al-Basri, beliau merupakan orang yang pertama melakukan, apabila mengajak manusia melakukan sesuatu perkara juga yang pertama menjauhkan perkara tersebut apabila melarang sesuatu perkara.
meninggal dari sibuk dengan perkara yang tidak ada kaitan dengannya, menjauhi perkara syubhat, bersabar dengan kepayahan dakwah sekalipun jalannya panjang dan melelahkan.
rasa bangga dan mulia dengan dakwah, memiliki intergriti, rasa bertanggungjawab, memikul amanah agung risalah yang tidak mampu dipikul oleh langit dan bumi.
berjiwa perwira, berani dan perkasa. Berani yang tidak terhad pada kekuatan tubuh tetapi berani ke depan yang didokong dengan pandangan dan kebijaksanaan, jauh dari sifat semberono, gopoh gapah dan tergesa-gesa.
pro-aktif, melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan sebaik yang mungkin, tidak bertanggung-tangguh dengan beban dakwah yang diamanah ke atas pundaknya.
menghormati, mengurus dan menghargai masa. Ini kerana masa merupakan asas kemajuan umat, generasi dan manusia keseluruhannya.Masa perlu direbut, ia datang tanpa menunggu kita, berlalu dan tidak akan kembali. Alangkan ruginya hidup para pendakwah yang menghabiskan masa-masanya tanpa dikerjakan pada perkara-perkara yang besar, yang membina dan membangun umat, melahirkan rijal dan figur sejagat, memimpin dan menerajui kebangkitan rakyat.
Generasi salaf, mereka adalah qudwah dalam memiliki Himmah ‘Aliyah. Mereka adalah agent of change ( agen perubah).Kata Imam Ibnu al-Jauzi :


“ Aku berlindung dari berteman dengan perjalanan hidup orang-orang yang kita tidak dapat mencontohi cita-cita tinggi mereka buat generasi selanjutnya,dan bukan juga sang warak yang tidak dapat diambil manfaat sifat zuhudnya, hendaklah kamu memerhatikan perjalanan hidup mereka yang mempunyai cita-cita besar dan tinggi, mengkaji penulisan dan karya mereka, berusaha meningkat dan memperbanyakkan membaca buku-buku mereka..”


Sesungguhnya berteman dengan mereka yang memiliki cita-cita tinggi, yang mana setiap seorang dalam persahabatan tersebut, boleh dijadikan teladan ikutan, berfikir tentang realiti umat merupakan ciri-ciri mereka yang memiliki cita-cita besar.


Jika anda seperti mereka beruntunglah, jika tidak berusahalah untuk menjadi seperti mereka. Perubahan bermula dari diri anda. Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib sesuatu umat melainkan mereka merubah diri dan sikap mereka..


Ubahlah paradigma anda…jadilah Sang Da’ie bercita-cita tinggi dan berjiwa besar…

WAHAI DIRI.. MENGERTILAH….


Diriku,
Dalam rancak kau menyiram taman hati insan lain,
Kau terlupa membaja taman hatimu sendiri,
Agar ia sentiasa segar dalam hubungan dengan Allah,
Tersentuh dengan daulatNya,
Merasa terpikul amanah ad-Deen ini..


Diriku…
Seringkah kau mencari jalan
Agar hatimu sentiasa lembut halus sentuhanNya
Agar sentiasa sedar akan keagunganNya
Insafi kekerdilan, kelemahan, kealpaan, dan kesilapan dirimu..?
Ketahuilah diriku,
Hatimu itu keras, khusyukmu kurang
Syukur dan redhamu tidak banyak kau hadiahkan padaNya
Terlalu banyak kurang dan salahmu..


Diriku..
Tunaikankanlah solatmu dalam khusyuk dan tenang
Muhasabahlah dirimu kala sunyi,
Selamilah kalam-kalam al-Quran yang kau perjuangkan
Padanya ada bekalan
Untuk kau terus menongkah bahtera perjuangan ini

Diriku…
Pada nawafil dan amalan sunat
Ada jalan yang hampir utkmu berkasih sayang dengan tuhanmu
Pada qiamullail di keheningan malam
Bersama bisikan doa dan munajatmu
Diiring esak airmata keinsafan dan keikhlasan
Kau akan temui kemanisan taqarrub di bawah duli kebesaranNya
Di situ ada bekalnya..
Lazimilah awal harimu dengan al-Ma’thurat
Pasti kau akan mengenali dirimu sebagai daie


Diriku..
Pada tawadhuk, pada ukhwafillah, pada infaq fisabilillah
Pada uzlah muhasabah diri, pada zikir dan selawat
Ada ketenangan dan kekuatan


Diriku..
Amanahlah kau di hadapan manusia
Kerana kedaulatan Tuhanmu
Namun rasailah kekerdilan dirimu
Di hadapan kudrat dan iradatNya
PASAKKAN KEYAKINAN UNTUK SATU PERUBAHAN









Takut Kepada Allah SWT


Tersebut dalam hadis,dari Rasulullah SAW, Baginda bersabda:
''Sesungguhnya Allah meciptakan Malaikat.sayapnya yang sebelah mencapai bumi bahagian timur, yang sebelah lagi mencapai bumi sebelah barat. Kepalanya di bawah arasy dan kedua kakinya didasar bumi ketujuh, Ia mempunyai bulu sebanyak bilangan makhluk Allah. Ketika seorang lelaki atau perempuan daripada umatku membaca selawat kepadaKu, maka Allah memerintahkan malaikat itu agar menyelam ke dalam lautan dari Nur di bawah arasy. Malaikat yang menyelam itukemudian keluar dan mengibas-ngibaskan sayapnya sehingga setiap bulu meniti setitis Nur. daripada setiap titisan itu Allah mnjadikan Malaikat yang memohon keampunan bagi orang tersebut sampai hari Kiamat''
 Sesetengah hukama mengatakan, 
"Keselamatan jasad terletak pada sedikitnya makan. Keselamatan JASAD terletak pada sedikitnya MAKAN. keselamatan ROH pada sedikitnya DOSA. Dan keselamatan AGAMA terletak pada membaca SELAWAT kepada 'Khairil Anam'(Muhammad SAW)
Allah SWT berfirman:
     Ertinya: ''Wahai orang-orang beriman, takutlah kepada Allah! dan hendaklah (tiap-tiap) orang memperhatikan apa yang diusahakan besok (hari kiamat). Takutlah kepada Allah. sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan."       (Q.S. Al Hasyr:18)
      Sesungguhnya malaikat, langit, bumi, siang dan malam.Pada hari kiamat, mereka sebagai saksi atas apa-apa yang dilakukan oleh  manusia. Baik atau buruk, taat atau maksiat. Bahkan, seluruh anggota badan akan mempersaksikanya. Bumi memberi kesaksian bagi mukmin dan zahid, seraya berkata,'' dia telah bersolat, berpuasa, berhaji, dan berjihad keatasku.'' maka legalah orang mukmin dan zahid itu, Ia memberikan juga kesaksian atas orang kafir dan orang derhaka sambil berkata, ''Di atasku dia telah musyrik, berzina, minum arak dan makan haram,'' Bumi itu akan membantah pengelakannya ketika dihisab.

       Orang mukmin adalah orang yang takut kepada Allah dan seluruh anggota badanya. sebagaimana Abu-Laits tlah berkata:
    ''Tanda-tanda takut kepada Allah itu kelihatan dalam 7 perkara."

1. Pada lisannya. Dia memindarkan daripada dusta, ghibah, menyebar fitnah, bebual kosong dan banyak bercakap. Malah menyibukkan diri dengan zikir, membaca al-quran dan muzakaah ilmu.

2. Pada Hatinya. Dia membuang rasa permusuhan, kebodohan dan kedengkian terhadap sahabatnya. lantaran kedengkian dapat menghapuskan kebaikan. sebagaimana Rasulullah SAW telah bersabda:
''Hasad itu dapat memakan kebaikan sebagaimana ap membakar kayu''
ketahuilah bahawa hasad itu penyakit hati yang amat berbahaya. tidak ada ubat untuk penyakit hati selain ILMU dan AMAL.

3. Pada pandangannya. Maka dia tidak suka memandang pada makanan, minuman, pakaian atau hal-hal lain yang haram. tidak pula terpikat pada dunia. tetapi memandangnya gengan mengambil iktibar. rasulullah SAW bersabda :
     ''Barangsiapa memenuhi mataya dengan perkara haram, maka Allah akan memenuhinya daripada api pada hari kiamat"
4. Pada Perutnya. maka perutnya tidak diisi barang yang haram. sebagaimana Nabi bersabda:
''Manakala sesuap daripada barang haram masuk ke perut seseorang, maka seluruh malaikat di langit dan di bumi melaknatinya selama sesuai atau seteguk barang itu berada dalam perutnya. Jika dia mati dalam keadaan demikian, maka tempatnya di Neraka.''
5. Pada kedua tangannya. Dia tidak menggunakan untuk perkara yang haram. tetapi hanya menggunakan untuk taat kepada Allah.
  dirawikan daripad ka'ab Akhbar, dia berkata:
  ''Sesungguhnya Allah SWT telah menciptakan bangunan dari Zabarjud hijau. didalamnya terdapat tujuh puluh ribu aula. setiap aula terdapat tujuh puluh ribu pondok. tidak ada yang boleh masuk ke situ, selain orang yang ditawarkan barang haram, namun dia menolaknya kerana takut kepada Allah''
6. Pada langkah(kakinya). dia tidak berjalan utuk maksiat. tetapi hanya melangkah untuk taat kepada Allah, mencari keredhaan-Nya  serta untuk bergaul dengan para ulama, orang-oran soleh.


7. Terlihat pada ketaatanyan. dia menjadikan ketaatanya semata-mata untuk mencari keredhaan allah. takut pasa riak dan munafik.
  
barangsiapa melakukan tujuh perkara tersebut, maka dia termasuk dalam kategori orang-orang yang di katakan oleh Allah SWT:
ertinya" sesungguhnya orang-orang yang bertakwa dalam kebun-kebun dan mata air (syurga)''                     (Q.S Al-Hijr: 45)


    Dan seharusnya seorang mukmin harus berada diantara rasa takut dan berharap. dia harus sentiasa menharapkan rahmat Allah. tidak berputus asa mengharapkanya. sebagaimana termaktub dalam firman Allah:
     ''jangan engkau berputus asa terhadap rahmat Allah''     (Q.S Asy Syura: 28)